Jumat, 07 Juni 2013

Berbagi...dan berbahagialah...

Siang yang cerah...
Dimana pada hari itu, kami semua sudah berada di jalanan dari jam 6 pagi...
Mulai dari membagikan 250 nasi bungkus ke tukang sapu jalanan...
Hingga melepaskan 15.000 ekor lele ke kali pesanggrahan.











Setelah itu..

Saatnya kita mulai bersiap-siap untuk acara berikutnya...

Acara yang juga didukung oleh PGB Bangau Putih Peduli ini diadakan di Panti Werdha Wisma Mulia, Jelambar Grogol. Semua persiapan termasuk mengangkut semua barang-barang dari para donatur dan menyiapkan nasi box untuk penghuni panti dan peserta.

Panti Werdha Wisma Mulia menampung 61 orang lansia yang semuanya adalah wanita, termasuk pengurus penghuni panti semuanya berjumlah 84 orang.

Selain dari anggota WSC yang terdiri dari Suyeni, Amin, Yanti, Erna, Ferry, Andy dan Widya, baksos kali ini juga dibantu relawan teman-teman kita antara lain Devin, Gigit, Andhika, Megawati, Fransiska, Sesilia, Aily, Yensri dan Steven.
Pukul 12.30, rekan-rekan dari PGB Bogor sudah sampai di panti, terdiri dari 25 anggota pemain Keroncong Asmara dari PGB Bangau Putih Peduli yang dipimpin oleh Ibu Hettyana Rahardja (Istri dari Guru Besar PGB Bangau Putih Gunawan Rahardja).
Setelah kita selesai berbenah, akhirnya acara dimulai pukul 13.30 dengan mengalunnya musik keroncong.


Secara spontan oma-oma di panti semua berdatangan ke ruang serbaguna untuk bergabung, menyanyi dan menari bersama.

Kami sangat senang melihat antusiasme para oma terhadap musik keroncong, bahkan ada beberapa oma berkata seperti ini "Duh....Terima kasih ya...Saya sangat suka sekali dengan keroncong, selama saya tinggal 6 tahun di panti, belum pernah ada musik keroncong yang mengisi acara disini."

Ada juga oma yang biasanya paling tidak suka dijengguk orang lain...Berkat keroncong, omanya sampai lari kedepan untuk bergabung menari bersama.
Bahkan ada beberapa oma mempertunjukkan kebolehan mereka untuk bernyanyi. Sementara para oma yang mampu dan masih sehat untuk berjalan sendiri menuju ruang serbaguna untuk menyanyi dan menari, masih banyak juga oma yang masih dikamar masing-masing karena ada yang sakit, atau tidak mampu berjalan lagi bahkan ada oma yang memang tidak begitu meyukai keramaian.

Sebagian dari team kami berkeliling membagikan bingkisan untuk oma-oma tersebut, sekaligus mengajak mereka mengobrol apa yang benar-benar merupakan kebutuhan mereka.
Saat itu, kami melihat sendiri dengan perasaan miris...ada oma yang sudah pikun, tidak ingat dengan namanya sendiri, sepertinya pikirannya sudah tidak berfungsi sehingga si oma hanya duduk di kursi roda, mulutnya mengunyah terus seolah-olah ada makanan di mulutnya padahal mulutnya kosong. Bahkan ada oma yang kakinya diikat karena terlalu sering kabur sehingga oma nya tidak bisa bangun lagi dari tempat tidurnya. Belum lagi masih ada oma yang menjerit-jerit karena sekujur tubuhnya penuh dengan luka korengan dan berteriak kesakitan tanpa diobati.
Kami sampai menangis sedih melihat kondisi mereka, karena kami tidak bisa berbuat apapun untuk meringankan penderitaan mereka.

Saat itu beberapa dari kami tidak menahan perasaan kami, seperti melihat mama sendiri saat itu. Dan yang paling membuat kami sampai tidak dapat menahan emosi adalah ada beberapa yang mengeluh karena mereka menganggap diri mereka sudah tidak berguna lagi lebih baik mati daripada menyusahkan orang lain. Kami berusaha menghibur mereka mengajak mereka masuk ke ruang serbaguna, meskipun sebagian dari mereka tidak bisa berjalan, kami papah atau kami bawa mereka dengan kursi roda. Ada beberapa susternya melarang oma untuk ikut acara keroncong, mungkin susternya takut oma kecapean. Tetapi kami juga tidak ingin oma nya sedih karena tidak bisa ikutan acara keroncong yang sebenarnya sangat menghibur mereka.

Dari pengalaman kali ini, kami mendapat pelajaran yang sangat berharga.. Karena saat ini kita masih muda, masih sehat, mampu berjalan..berpikir sehat, berbicara, dan masih normal melakukan kegiatan sehari-hari.
Tapi kita sudah mulai harus menyadari bahwa suatu hari nanti kita akan tua juga...dan sangat membutuhkan untuk didengar dan dimengerti oleh yang masih muda. Sangat butuh dihibur, dijenguk, dan dikasihi.
Tidak semua oma disana tidak mempunyai keluarga. Ada satu oma yang bahkan masih sehat, mempunyai anak tetapi beliau tidak mau menyusahkan anaknya untuk tinggal bersama mungkin karena kesibukan anaknya, akhirnya beliau memilih untuk tinggal di panti.
Ada juga yang masih mempunyai anak tetapi karena oma nya sudah pikun bahkan sulit mengenali dirinya sendiri, mungkin keluarganya tidak ada yang bisa menjaganya atau bahkan sibuk bekerja sehingga oma dititipkan di panti. Masih banyak oma-oma yang sangat jarang dijenguk.
Mereka merasa suster-suster disana suka memarahi mereka atau bahkan bersikap kasar. Padahal sebenarnya karena keterbatasan mereka atau bahkan mereka juga sudah terlalu sensitif sehingga merasa suster terlalu tegas dengan mereka.

Kami hanya ingin mengajak teman-teman untuk belajar dan merenungkan...
Saat orang tua kita melahirkan dan membesarkan kita, mereka bekerja sangat keras, bahkan tidak peduli dengan kesehatan mereka sendiri demi untuk menyekolahkan kita.
Alangkah sedihnya bila saat tua, kita menelantarkan orang tua kita sendiri demi kesibukan mencari yang namanya UANG. Dan kita tidak bisa membagi waktu untuk orang tua kita sendiri ?

Ini ada sebuah puisi yang bagus sekali untuk kita renungkan.

"Disaat Daku Tua..."

"Disaat daku tua...
Bukan lagi diriku yang dulu..
Maklumilah diriku, bersabarlah dalam menghadapiku..

Disaat daku menumpahkan sup di bajuku,
Dan tidak ingat lagi bagaimana mengikat tali sepatu...
Ingatlah saat-saat bagaimana daku mengajarimu, membimbingmu untuk melakukannya..

Disaat daku sedang pikun,
Terus mengulang-ngulang ucapan yang membosankanmu..
Sabarlah, jangan memotong ucapanku..
Disaat kamu kecil saya terus mengulang sebuah cerita sehingga engkau terbuai mimpi..

Disaat daku membutuhkanmu untuk memandikanmu...
Janganlah menyalahkanku..
Ingatlah saat kamu kecil daku membujukmu untuk mandi..

Disaat saya kebingungan menghadapi hal-hal baru dan teknologi modern..
Janganlah menertawaiku...
Renungkan bagaimana daku menjawab setiap kata "mengapa" yang engkau ajukan saat itu...

Disaat daku lupa dengan topik pembicaraan kita...
Berilah aku waktu sedikit untuk mengingatnya...
Topik pembicaraan bukanlah hal penting untukku, asalkan engkau berada disisiku untuk mendengarkan, aku telah bahagia..

Disaat engkau melihat diriku menua...
Janganlah bersedih..
Maklumilah diriku, dukunglah daku,
Bagaikan daku terhadapmu saat engkau mulai belajar tentang kehidupan. "

Puisi ini sangat menyentuh dan mengingatkan kita semua...

Semoga apapun yang kita lakukan saat ini dapat memberikan kebahagiaan untuk kita semua...

Dan....
Berbagilah...
Berbahagialah...
Karena...
Kebahagiaan tidak akan habis bila dibagi..

We Share, because We Care
For all being happiness

Salam berbahagia

We Share Community

Laporan Keuangan dan List Donatur Baksos 25 Mei 2013







Total dana yang terkumpul untuk bakti sosial di Panti Werdha kali ini adalah Rp 23.784.071,-
Sisa dana sebesar Rp 9,304,090.20 akan digunakan untuk bakti sosial di SDN Hurip Jaya 01 - Desa Hurip Jaya, jalan Utan Gedong - Bekasi Barat, untuk menyambut tahun ajaran baru dan lebaran bagi murid dan orang tua murid  yang sangat membutuhkan.

Terima kasih atas dana yang telah anda donasikan baik itu berupa materi, barang maupun tenaga. Tidak ada kata sia-sia dari berbagi. Apa yang anda tanam itu yang akan anda tuai.

Salam Berbahagia

We Share Community



Senin, 17 Desember 2012

We Share...


Semangat Pagi semua...
Saat ini saya baru ada kesempatan untuk membuat laporan event baksos kita yang terakhir pada tanggal 18 & 20 November di RS Harapan Kita. Saya akan menceritakan acara bakti sosial kita secara umum...dan akan menceritakan detailnya nanti di postingan saya berikutnya...

Untuk menutup tahun 2012, kami komunitas yang sekarang diberi nama "We Share Community", sepakat untuk mengadakan acara panggung boneka untuk menghibur anak-anak di RS Harapan Kita. Kita juga menyediakan paket makanan dan mainan untuk anak-anak yang dirawat. Selain itu  dibagikan dana bagi anak-anak yang penyakitnya berat dan keluarganya tidak mampu untuk membayar biaya RS.

Pada tanggal 18 November acara diadakan untuk menghibur anak-anak dengan berbagai penyakit berat tetapi kurang mampu, bagi-bagi paket makanan dan mainan, serta bergantian mengunjungi anak-anak yang tidak bisa meninggalkan tempat tidurnya karena sakit yang mereka derita. Teman-teman yang ikut serta ikut terharu dan merasa bersyukur masih lebih beruntung dari anak-anak yang sakit. Dikarenakan ada kelebihan dana, mainan serta paket makanan, kami memutuskan untuk melanjutkan acara bakti sosial di tanggal 20 November, dan diadakan di bagian penyakit jantung anak-anak RS Harapan Kita.

Berikut adalah foto-foto selama kita mengadakan bakti sosial dan laporan keuangannya :















Terima kasih bagi teman-teman yang sudah ikut berbagi. Semoga apa kita lakukan bukan hanya bermanfaat bagi anak-anak penerus bangsa ini, tetapi juga bermanfaat bagi kita semua.


Salam Berbahagia...
We Share Community

Selasa, 10 Juli 2012

Laporan Keuangan Baksos 2 - Panti Asuhan


*Semua barang yang dibeli sesuai dengan keperluan/permintaan panti asuhan





 TOTAL DANA Rp 22,863,021.00
Untuk menghargai semua donatur, maka kami tidak mencantumkan berapa jumlah uang yang didanakan per orang. Total Dana yang tersisa Rp. 2.937.690,20 akan digunakan untuk baksos berikutnya.
Terima kasih atas partisipasi anda semua, semoga apa yang kita semua lakukan berguna buat diri kita dan orang lain.

Salam berbahagia,
Suyeni Amin & Team







Senin, 09 Juli 2012

 BERSYUKUR adalah KUNCI KEBAHAGIAAN kita semua..


Semangat pagiii..
Hari ini mau cerita nih..
Tentang kegiatan baksos kita ke 2 Panti Asuhan, tanggal 20 Mei panti asuhan Hati Suci dan 23 Juni Panti Asuhan Guna Nanda.
Diawali oleh para panitia selama seminggu sebelum acara kunjungan, dengan dana yg terkumpul, membeli barang barang kebutuhan anak panti.
Dimulai dari alat alat tulis kebutuhan untuk sekolah tahun ajaran baru. Sampai ke biskuit biskuit, susu cair unt keperluan snack time disekolah.
Sampai ke obat-obatan, seragam sekolah, sepatu hitam, masih banyak lagi yg kita siapkan.
Untuk anda semua yang sudah membantu menyalurkan dana anda untuk berbagi bersama anak panti, kami ucapkan banyak terima kasih.

Dan saat acara...
Kita dibantu oleh team dari Minar dkk, untuk menghibur anak panti dengan panggung bonekanya.
Mengajak anak panti untuk bermain, bersuka cita dan bersyukur.
Yang saya sukai adalah..
Kata kata ibu Martha dari panti Hati Suci yang berkata seperti ini..
"Saya selalu berkata kepada anak-anak, bahwa hidup di Panti, bukanlah sesuatu hal yang jelek, atau suatu hal yang rendah.  Meskipun tinggal di Panti, bisa berkecukupan, bisa sekolah, harusnya bisa bersyukur atas kelimpahan ini, karena masih banyak anak-anak lain lebih terlantar lagi. Menjadi anak panti bukanlah membuat kita berbeda, tetapi bagaimana kita jadi mengerti arti dari kehidupan dan arti berbagi kepada sesama. Kita hidup dari berbagi, maka kitapun harus bisa berbagi kepada sesama. Dan bisa membuktikan bahwa kita juga bisa berprestasi, meskipun hidup di panti asuhan."
Terasa sekali spirit nya anak anak panti..
Bahwa meskipun mereka anak anak panti, mereka tetap anak yg beruntung.
Dan berharap kedatangan para peserta donatur, bukan unt mengasihani mereka.
Tetapi bagaimana tetap bisa menghargai kehidupan anak anak tsb.



Lebih mengharukan lagi anak anak di panti asuhan Guna Nanda.
Disini kami bermain bersama anak anak..
Tetapi ada beberapa yg memang terlahir tidak sempurna.
Ada yang terlahir tubuhnya kecil, meskipun sudah kelas 4 SD, tetapi badannya seperti anak 3 tahun.
Tetapi hebatnya... anak itulah justru yang paling percaya diri..
saat kita minta bernyanyi.. anak itu bernyanyi sendirian di panggung..
rasanya mengharukan sekali melihat semangatnya..

Ada lagi yang kanker otak, yang kondisi anaknya setiap hari hanya duduk di trolley anak, tidak bisa komunikasi sama sekali.
Dan ada juga beberapa anak yang harus diterapi atau sekolah di SLB.
Dan selain kita bermain..
Anak anak menunjukkan bakat mereka dengan menari, bernyanyi..
Wah pokoknya keren dan seru deh!!

Dan unt teman teman yang sudah ikutan dan membawa anaknya ikut meramaikan acara..
Kami sangat menghargainya..
Karena kami yakin, bahwa kita lah yang memulai untuk mengajarkan bagaimana kita harus berbagi.
Dan menyadarkan anak anak kita, bahwa betapa beruntungnya mereka karena masih bisa hidup bersama setiap hari bersama ortu mrk.


 
Buat Minar dkk, yg tampil bersama boneka nya..
 Makasiiiiiih banget yaaa...
Apa yg kalian lakukan itu luar biasa banget..
 Pengurus panti pun sampai memuji, bahwa event kita berbeda dari yg lainnya..
Kita tidak hanya berkunjung, dan menunjukkan diri kita adalah donatur..
Tetapi kita dipuji karena MENGHARGAI,  mau membaur, bermain bersama dan membawa pesan luar biasa buat anak anak tersebut.
 Jangan bosan unt terus bekerjasama dengan kita yaa..


Memang kebanyakan bila dilihat dari sudut pandang kita, anak panti sepertinya
kurang beruntung.
Misalnya karena mereka ga punya orang tua..
atau karena mereka cacat..
Tetapi pertanyaannya adalah...
Apakah penilaian kita terhadap mereka itu menentukan ketidak bahagia nya mereka?
Apakah karena banyak orang berkata
 "Kasihan ya.. Anak panti, ga punya mama papa" atau adalagi yg bilang "Kasihan ya.. Karena cacat jadi dibuang /disingkirkan oleh keluarganya.."
Dg ucapan seperti itu..
Yang hampir setiap harinya mereka dengar..
Apakah anak panti seumur hidup mereka harus meratapi diri mereka sendiri kalau mereka kurang beruntung?

Kita semua...
Berbagi di panti, bukan berarti karena kita mengasihani!
Tetapi lebih tepatnya kita mengasihi mereka.
Dengan kasih kita..
Kita memotivasi mereka..
Bahwa mereka masih mempunyai impian besar.
Dan meskipun beda..
Mereka tetap BISA mewujudkan impian mereka.
Dengan kasih..
Kita membuat persamaan dengan mereka, bahwa kita SAMA!
Sama karena masih menjadi seorang manusia, yang selalu belajar dari kesalahan.
Yang memulai segalanya dari gagal, baru bisa sukses.
Motivasi untuk mereka bahwa perlunya rasa percaya diri unt menyongsong hari depan mereka.

Kita belajar menghargai mereka, sebagai seorang manusia seutuhnya..
 Itulah tujuan kita untuk berbagi kepanti asuhan kali ini.
Bukan untuk mengasihani mereka.
Saat saya datang, hadir, berkunjung kepada anak anak tersebut..
 Itulah yg mereka butuhkan..
MENGASIHI, bukan MENGASIHANI.
Kita menghargai karena mereka punya harga diri, bukan memandang mereka sebagai anak anak yg hidup dari belas kasihan orang lain.
 Jadi buat teman teman yg masih mengasihani anak panti..
Please deh..
RUBAHLAH SUDUT PANDANG ANDA!
Karena sudut pandang kita, bisa menghancurkan hidup mereka.
 Mari kita bayangkan..
Bila kita berbagi kepada mereka karena KASIHAN dg mereka..
Maka seumur hidup mereka akan terbina mental "take"!
Tanpa diberi, mereka tidak bisa hidup..
Bagaimana untuk masa depan mereka yang suatu hati mereka juga akan dewasa?
Dan harus menjalani hidup mereka sebagai manusia dewasa yang mempunyai tanggung jawab untuk menghidupi diri sendiri?
Karena sifat para donatur kebanyakan mengasihani, mental mereka terbentuk selalu DIBERI.
Ngapain kerja kalo setiap hari juga akan diberi terus??
Bisa anda bayangkan apa yg akan terjadi dimasa depan mereka???

Meskipun mereka anak anak panti asuhan, mereka berhak berbahagia..
 Dan sebenarnya mereka BAHAGIA kok, meskipun kondisi mereka saat ini mungkin belum sempurna..
Yaaa.. mungkin menurut kita mereka belum sempurna..
tetapi kalau kita mau mendengar apa yang mereka rasakan?
mereka hidup sempurna kok..
Dan mereka tidak berkekurangan sama sekali..
Dan juga tidak berkekurangan kasih sayang..
Karena mereka saling mengasihi..
Dan hidup penuh dengan rasa SYUKUR.

Intinya adalah..
Kita, saat ini bisa hidup sehat, mempunyai orang tua yg mengasihi.
Berkecukupan sekolah,
dan mempunyai keluarga yg saling mengasihi,
diberi kelimpahan kasih sayang..
Itu adalah berkah yg luar biasa,
yang mungkin tidak bisa dinilai oleh apapun.
Diawali dengan bersyukur..
Maka hidup kita akan bahagia.
Kita tidak bisa menikmati apapun apabila tidak dimulai dari rasa syukur..
Bersyukurlah..
Karena itu kunci dari kebahagiaan kita semua.
Dan tersenyumlah selalu,
karena itu awal dari proses rasa syukur itu..
Karena dengan tersenyum..
Hati pun akan bahagia..
Apapun yg terjadi dalam hidup kita saat ini,
kalau kita menghadapi semua dengan senyuman yg tulus dari hati kita..
Timbulah rasa syukur karena masih diberi nafas oleh Tuhan,
 berarti kita masih hidup dan diberi kesempatan untuk mengatasi semua problem kita.
Dan terima kasih untuk semua team yang sudah membantu untuk mewujudkan impian kita semua..
Karena..
KEBAHAGIAN ITU TIDAK AKAN HABIS BILA DI BAGI.

Semoga semua mahluk berbahagia..
Salam berbahagia

Suyeni Amin & team.



Rabu, 25 April 2012

Kebahagian itu tidak akan habis bila di bagi ( Part II )


Pagi yg cerah...
Tepatnya hari itu adalah tanggal 31 Maret 2012.
Setelah isu kerusuhan dimana mana..
Karena 2 hari demo kenaikan bbm, yang membuat semua orang khawatir dengan kerusuhan..
Akhirnyaaa...
Kita memutuskan tetap untuk melakukan baksos ini..
Meskipun ada beberapa teman-teman yang membatalkan kehadirannya untuk membantu..
tetapi atas ijin-Nya, kami mencoba untuk tetap komitmen melakukan yang terbaik.

Pagi-pagi jam 5.45 teman-teman yang membantu membagikan nasi bungkus sudah hadir satu persatu.
Hari itu kita mendistribusikan 350 nasi bungkus...
dengan target yang mendapatkan nasi adalah tukang sapu jalanan, dan pemulung-pemulung , dan tukang sampah yang memang untuk makan pun mereka gak punya waktu atau memang mereka tidak pernah makan pagi dengan tujuan untuk mengirit ongkos makan satu kali.
50 bungkus dibantu oleh teman Oriflame yang tinggal di Bogor..
dan 300 bungkus kita bagikan di beberapa area yang dibantu oleh teman-teman yang mempunyai kendaraan.
Nasi bungkus diambil dari 4 warung nasi dan di pool di rumah saya di daerah Duri Kepa..
Kami semua kira-kira ada 20 partisipan yang langsung membantu mempacking satu demi satu nasi yang disiapkan berikut sendok dan air minumnya supaya memudahkan kami untuk membagikannya..

Setelah siap di packing semua..
kami langsung bagi tugas sesuai dengan team yang sudah direncanakan dengan jalur masing masing..
1 mobil dg 50 bungkus nasi untuk area sawah besar, gajahmada, monas dan sekitarnya
1 mobil dengan 50 bungkus untuk area tomang , juanda pasar baru sampai gunung sahari
1 mobil dengan 50 bungkus untuk area jalan panjang sampai ke simprug pondok indah
1 mobil dengan 60 bungkus  untuk area daanmogot sampai kalideres
1 mobil dengan 50 bungkus  untuk area kyai tapa sampai hasyim ashari
Dan terakhir 40 bungkus untuk area green garden sampai green garden, greenville dan sekitarnya..

Nah... mulailah terjadi pengalaman-pengalaman seru..
apalagi buat teman-teman yang belum pernah membagikan makanan sebelumnya..
Dimulai ada yang kejar-kejaran sama tukang sapu karena ibunya tidak mendengar saat dipanggil..
Ada malah tukang sampah yang ketakutan, kok bisa-bisanya ada yang manggil trus nyodorin nasi bungkus...
Ada pula kejar-kejaran sama truk sampah, karena sangking semangatnya melihat ada tukang sampah disana 6 orang!
Bahkan ada tukang sapu yang ikutan narsis dan mejeng pula waktu difoto buat dokumentasi..
Hahahahahahah... seru kan??
Yang paling penting adalah...
Pengalaman buat panitia yang baru pertama kalinya membagikan nasi bungkus, mereka merasa terharu saat melihat ekspresi para tukang sapu saat menerima makanan. Karena ucapan terima kasih yang begitu tulus, yang mungkin dalam kehidupan kita sendiri jarang mendapatkan ucapan terima kasih yg begitu tulus dari orang orang sekitar kita. Saat melihat senyuman mereka rasanya hati terasa hangat karena ikut merasakan kebahagiaan mereka saat itu..padahal hanya karena satu bungkus nasi...

Setelah selesai membagikan nasi bungkus, semua panitia kembali ke base camp..
dan sudah disambut oleh pihak panitia cowok yang berburu ikan lele di pasar pasar tradisional..
Ada sekitar hampir 200kg ikan lele hidup yang dibeli supaya nyawa ikan kecil tersebut bisa tertolong...  Atau minimal mereka mendapat kesempatan untuk hidup kedua kalinya.
Pilihan ikan lele ga banyak toh..
hidup berdesak-desakan di bak ikan?
Dan menunggu maut menjemput saat ada penjual lele goreng membeli mereka?
Menghitung waktu kapan mau dibunuh??
Ibarat seperti para napi yang menunggu hukuman mati..  
Kita menyewa mobil pick up untuk membawa ikan ke sungai pesanggrahan dekat dengan metro TV...
Ada juga beberapa kura-kura yang kita lepaskan untuk melambangkan panjang umur..
Serunya saat kita melepaskan ikan..
Ikan lele yang sudah terbiasa hidup di baskom atau dibak kecil..
Yang hampir setiap saat berdesakan di bak...
Saat pertama kali dilepas, ikan itu sesaat agak bingung ada dimana..
Lama kelamaan karena makin banyak lele yang dilepaskan, baru menyadari kalau tempatnya bukan di bak ikan lagi...
Dan akhirnya ikan-ikan berenang kegirangan...
Bahkan ada yang sampai melompat ke permukaan...
Seolah-olah si ikan mau mengucapkan terima kasih karena sudah membebaskan mereka dari maut.
Sehabis melepaskan ikan, kita pun melepaskan burung-burung kecil untuk mewakili kebebasan diri kita.

Setelah itu panitia melanjutkan
makan siang bersama,
dan jadwal berikutnya ke Rumah Sakit untuk membagikan dana untuk anak-anak yg sakit.
Tujuan pertama kami adalah ke RS Harapan
Kita, bagian jantung anak-anak..
Sesampai disana kita sudah ditunggu oleh rekan panitia Gigit, yang meng
atur untuk bertemu dengan suster kepala di RS sana.
Pertama-tama kami mengunjungi anak
-anak diruang ICU,
dimana hanya terbatas untuk 3 org saja yang boleh masuk.  
Akhirnya kami memutuskan saya, bendahara dan dokumentasi untuk masuk duluan,
dan teman-teman yang lain menunggu diluar
Pertama yang kami lihat adalah bayi yang berumur 17 hari..
Yang hidupnya bertahan hanya pada alat bantu di NICU karena jantungnya bocor.
Orang tuanya adalah buruh pabrik, dan tunggakan RS sudah mencapai 37juta,
itupun bayinya masih belum bisa dioperasi karena masih terlalu lemah..
Pasien ke 2 yg kami kunjungi adalah Laura, anak umur 3 tahun.
Laura sudah dalam keadaan sadar..
Dan saat saya melihat laura, anak itu langsung bercucuran air mata..
"Kenapa Laura menangis?? Kan sudah mau sembuh??"
Anak itu berkata
 "Disini sakit banget.. Dan Laura kangen sama mama"
 Daerah yang Laura tunjuk ada bekas operasi dibagian jantungnya, kira kira jahitannya 10cm.
Dan karena itu ruang ICU, jadi mamanya tidak diijinkan menemaninya.
Hati saya rasanya teriris saat melihat badan Laura yang kurus kering, dan airmata Laura..
Apalagi saat difoto dia masih mau berpose lucu..
Saat ditanya tagihan RS nya,
ternyata tunggakan orang tua Laura sudah mencapai 276juta,
tetapi orang tua nya untuk membayar jaminan saja tidak ada dana sama sekali. 
Mereka sampai stress selalu diminta jaminan..
Saat saya bertemu dengan mamanya Laura,
dan kita membantu dana sebesar 3juta untuk biaya jaminan ke RS.
Mereka langsung menangis dan mengucap syukur..
Masih banyak lagi anak-anak  lucu yang kondisinya masih lemah..
Banyak yang masih bayi, belum lagi bayi yang membiru karena aliran jantungnya terbalik.
Para or
ang tua ada yg datang dari Padang, Sidoarjo,
dan masih banyak lagi anak-anak dari seluruh daerah di Indonesia yang memang dikirim ke RS Harapan Kita ketika sudah tidak bisa ditangani lagi di RS di daerah mereka...dan rata-rata semua menangis haru saat kita memberikan amplop dana..
Yang kita kunjungi pun sesuai dengan data RS, dimana sang pasien rata rata mengajukan SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu) sehingga diberikan keringanan 50% atau 75% tergantung keadaan mereka, tetapi tetap saja biaya yang mereka tanggung tetap besar.

Ada lagi anak berumur 6 tahun bernama Ubay,
ibunya  bernama Umi profesinya tukang cuci baju dan bapaknya tukang ojek.
Di opname di RS karena kelainan jantung, sekilas anak tersebut seperti tidak masalah..
tunggakan RS sudah mencapai 25juta.
Mereka sudah berhutang kesana kemari demi mengobati anaknya,
tetapi sanak saudara dan tetangga sudah tidak mau meminjaminya..
karena mereka pikir Ibu Umi tidak mungkin mampu mengembalikannya.
Dikarenakan biaya yang makin lama makin membengkak..
akhirnya Ibu Umi memutuskan untuk mengeluarkan Ubay dari Rumah Sakit setelah pengajuan SKTM  nya keluar.
Dan meskipun dengan SKTM, mereka tetap saja harus membayar 25% dari total biaya.
Berkat dana dari para donatur, kita mendonasikan dana Rp.1.050.000 kepada ibu Umi sehingga ibu Umi tidak mempunyai tunggakan lagi.
Sampai saat ini ibu Umi masih sering komunikasi dengan saya via sms hanya sekedar untuk menyampaikan kondisi Ubay yang terbaru. 

Masih banyak anak anak lain yang tidak mungkin saya ceritakan satu persatu..
Tetapi yang pasti dana yang kita berikan tergantung dari berapa besar tunggakan dari rumah sakit pasien.
Mulai dari 1 amplop ada yang 500 ribu, hingga dana 3 juta. Jika dana yang kita berikan diatas 1,5 juta, kita langsung serahkan ke kasir untuk pelunasan supaya dana tersebut benar benar berguna untuk pengobatan anak mereka.
Kita melanjutkan lagi menuju RS Dharmais..
Disinilah saya dan teman-teman menemukan hal yang sangat berbeda dengan kondisi pasien di RS harapan kita..
Anak
anak disini yg kami temui berbagai macam kondisinya..
Mulai dari yang pipinya bengkak sebelah karena tumor,
ada yang matanya mau copot karena kanker mata..
Adapula yang kanker pembuluh darah,
sehingga pipi anaknya bengkak biru-biru.
Ada lagi anak berumur 4 tahun kanker otot yang sudah menuju ke otak..
Ibunya bila diajak bicara cuma hanya melongo saja bengong atau kalau tidak pasti menangis bercucuran air mata karena putus asa..
Paling banyak anak anak yang terkena leukimia..
Yang mau umur berapapun anak itu pasti botak..
Efek dari kemoterapi.
Mulai dari umur 2 tahun sudah dikemoterapi sampai umur 7 tahun.

Perbedaannya adalah, orang tua disini cenderung sangat memanjakan anak-anak mereka yang sakit...
Karena motivasi supaya bisa sembuh dari kanker tergantung pada kebahagian anak-anak tersebut. Jadi saat kita bertemu dengan orang tua yang anaknya sakit..
Yang kita rasa adalah mereka sudah pasrah..
Mereka hanya menyerahkan hidup anak-anak anak mereka kepada Yang Maha Kuasa.
Saat itu..
Saya merasa menjadi orang yg sangat beruntung..
Karena saya diberi karunia anak anak yang sehat..
Setiap kita membagikan dana ..
Paling banyak semua minta doanya supaya anak mereka lekas sembuh..
Kasihan sekali melihat anak-anak yang badannya ditusuk oleh jarum..
Apalagi ada yang matanya sudah mau lepas keluar dari rongganya..
Kalau mau dituruti, rasanya gak kuat untuk keliling melihat penderitaan anak anak itu..
Banyak panitia yg gak sanggup untuk ikut keliling..
Tetapi kuat tidak kuat kita tetap harus selesaikan misi ini!!
Memang dihati terasa ada kesedihan yg sangat kuat..
Bagaimanapun kesedihan mereka tetap terasa oleh kita.. Kita memang tidak bisa berbuat banyak.. Karena kita hanya bisa mendoakan dan membantu  untuk mendapatkan bantuan dana untuk biaya pengobatan mereka..
Meskipun mungkin gak seberapa..  
tetapi minimal bisa untuk biaya rawat jalan.

Tiba
tiba munculah ide baru untuk membantu anak anak itu bisa lebih bahagia dan bersemangat lagi..
Anak, yaaa…tetaplah anak-anak..
Bila diberi mainan baru mereka pasti sangat bahagia dan senang..
meskipun mungkin harga mainannya gak seberapa..
Akhirnya
dengan dana masih tersisa sekita 10juta,
minggu depannya tanggal 8 April,
kita kembali menengok anak-anak tersebut,
dengan membawa mainan banyak sekali...
melihat ekspresi anak anak tersebut saat mendapat mainan rasanya jerih payah kita berpanas panas ke kota untuk beli mainan terbayarkan..
dan kami juga membawa  tambahan 20 amplop dana lagi untuk dibagikan di RSPAD.

Intinya dari kegiatan ini adalah…
bahwa kita MASIH SANGAT BERUNTUNG..
kita selalu mengeluh saat cobaan datang menerpa hidup kita,
bahkan terkadang kita lupa akan bersyukur...
karena merasa hidup kita sudah susah, merana dll..
coba kita bayangkan!!
Bayangkan nasib anak-anak ini..
perjalanan mereka masih panjang..
mereka tidak banyak berpikir..
yang mereka harapkan adalah sembuh..
mereka tidak mengeluh..
hanya merasa sakit saja, dan ingin cepat sembuh..
bahkan ada anak yang matanya sudah mau copot,
bisa menghibur ibunya bahwa kalau matanya copot satu,
masih ada mata yang satu lagi..

Yang saya kagumi adalah..
Betapa positifnya anak-anak ini dibandingkan kita sendiri?? 
Setiap ada seseorang yang mencoba menyadarkan kita
“Jangan mengeluh.. hayuuu berbuat baiklah.. maka masalah akan terlewati..”
tetapi kita selalu fokus pada masalah kita..
bahkan kadang kadang kita menghujat
“Saya sudah sering berbuat baik.. tetapi mengapa hidup seperti tidak adil, kok kayaknya susaaah terus..” 
Nah.. herannya manusia suka memperhitungkan apa yang sudah diberikannya kepada orang lain.
Hidup ini bukan matematika yg selalu dihitung untung ruginya..
berbuatlah..
tidak perlu takut untuk kekurangan.
Saya ingat dengan kata-kata pak Krishna Murti,
“ibarat sebuah mangkok yang sudah terisi penuh. Untuk mendapat hal yang baru, anda harus mengosongkan mangkok anda dulu baru bisa diisi oleh hal-hal yang baru”
Bila kita mengosongkan “mangkok” sedikit saja sudah gak mau??
Bagaimana kita bisa mendapatkan hal-hal yang baru???

“Orang yang berbahagia bukanlah orang yg HEBAT dalam segala hal.. Tetapi adalah orang yang bisa menemukan HAL SEDERHANA DALAM HIDUP nya. Dan mampu mengisi hidupnya untuk kebahagiaan orang lain, dan selalu mengucap SYUKUR’

Terima kasih sebesar-besarnya kami ucapkan kepada para donator kami sebanyak 153 orang partisipan yang ikut menyumbang dana untuk suksesnya BAKSOS ini.
Semoga apapun yang kita lakukan akan selalu mendapat dukungan dari Tuhan Yang Maha Kuasa, senantiasa selalu diberkati dan diberi kesehatan dan kesuksesan.
Semoga Semua Mahluk Berbahagia

Salam berbahagia

Suyeni Amin