Rabu, 25 April 2012

Kebahagian itu tidak akan habis bila di bagi ( Part II )


Pagi yg cerah...
Tepatnya hari itu adalah tanggal 31 Maret 2012.
Setelah isu kerusuhan dimana mana..
Karena 2 hari demo kenaikan bbm, yang membuat semua orang khawatir dengan kerusuhan..
Akhirnyaaa...
Kita memutuskan tetap untuk melakukan baksos ini..
Meskipun ada beberapa teman-teman yang membatalkan kehadirannya untuk membantu..
tetapi atas ijin-Nya, kami mencoba untuk tetap komitmen melakukan yang terbaik.

Pagi-pagi jam 5.45 teman-teman yang membantu membagikan nasi bungkus sudah hadir satu persatu.
Hari itu kita mendistribusikan 350 nasi bungkus...
dengan target yang mendapatkan nasi adalah tukang sapu jalanan, dan pemulung-pemulung , dan tukang sampah yang memang untuk makan pun mereka gak punya waktu atau memang mereka tidak pernah makan pagi dengan tujuan untuk mengirit ongkos makan satu kali.
50 bungkus dibantu oleh teman Oriflame yang tinggal di Bogor..
dan 300 bungkus kita bagikan di beberapa area yang dibantu oleh teman-teman yang mempunyai kendaraan.
Nasi bungkus diambil dari 4 warung nasi dan di pool di rumah saya di daerah Duri Kepa..
Kami semua kira-kira ada 20 partisipan yang langsung membantu mempacking satu demi satu nasi yang disiapkan berikut sendok dan air minumnya supaya memudahkan kami untuk membagikannya..

Setelah siap di packing semua..
kami langsung bagi tugas sesuai dengan team yang sudah direncanakan dengan jalur masing masing..
1 mobil dg 50 bungkus nasi untuk area sawah besar, gajahmada, monas dan sekitarnya
1 mobil dengan 50 bungkus untuk area tomang , juanda pasar baru sampai gunung sahari
1 mobil dengan 50 bungkus untuk area jalan panjang sampai ke simprug pondok indah
1 mobil dengan 60 bungkus  untuk area daanmogot sampai kalideres
1 mobil dengan 50 bungkus  untuk area kyai tapa sampai hasyim ashari
Dan terakhir 40 bungkus untuk area green garden sampai green garden, greenville dan sekitarnya..

Nah... mulailah terjadi pengalaman-pengalaman seru..
apalagi buat teman-teman yang belum pernah membagikan makanan sebelumnya..
Dimulai ada yang kejar-kejaran sama tukang sapu karena ibunya tidak mendengar saat dipanggil..
Ada malah tukang sampah yang ketakutan, kok bisa-bisanya ada yang manggil trus nyodorin nasi bungkus...
Ada pula kejar-kejaran sama truk sampah, karena sangking semangatnya melihat ada tukang sampah disana 6 orang!
Bahkan ada tukang sapu yang ikutan narsis dan mejeng pula waktu difoto buat dokumentasi..
Hahahahahahah... seru kan??
Yang paling penting adalah...
Pengalaman buat panitia yang baru pertama kalinya membagikan nasi bungkus, mereka merasa terharu saat melihat ekspresi para tukang sapu saat menerima makanan. Karena ucapan terima kasih yang begitu tulus, yang mungkin dalam kehidupan kita sendiri jarang mendapatkan ucapan terima kasih yg begitu tulus dari orang orang sekitar kita. Saat melihat senyuman mereka rasanya hati terasa hangat karena ikut merasakan kebahagiaan mereka saat itu..padahal hanya karena satu bungkus nasi...

Setelah selesai membagikan nasi bungkus, semua panitia kembali ke base camp..
dan sudah disambut oleh pihak panitia cowok yang berburu ikan lele di pasar pasar tradisional..
Ada sekitar hampir 200kg ikan lele hidup yang dibeli supaya nyawa ikan kecil tersebut bisa tertolong...  Atau minimal mereka mendapat kesempatan untuk hidup kedua kalinya.
Pilihan ikan lele ga banyak toh..
hidup berdesak-desakan di bak ikan?
Dan menunggu maut menjemput saat ada penjual lele goreng membeli mereka?
Menghitung waktu kapan mau dibunuh??
Ibarat seperti para napi yang menunggu hukuman mati..  
Kita menyewa mobil pick up untuk membawa ikan ke sungai pesanggrahan dekat dengan metro TV...
Ada juga beberapa kura-kura yang kita lepaskan untuk melambangkan panjang umur..
Serunya saat kita melepaskan ikan..
Ikan lele yang sudah terbiasa hidup di baskom atau dibak kecil..
Yang hampir setiap saat berdesakan di bak...
Saat pertama kali dilepas, ikan itu sesaat agak bingung ada dimana..
Lama kelamaan karena makin banyak lele yang dilepaskan, baru menyadari kalau tempatnya bukan di bak ikan lagi...
Dan akhirnya ikan-ikan berenang kegirangan...
Bahkan ada yang sampai melompat ke permukaan...
Seolah-olah si ikan mau mengucapkan terima kasih karena sudah membebaskan mereka dari maut.
Sehabis melepaskan ikan, kita pun melepaskan burung-burung kecil untuk mewakili kebebasan diri kita.

Setelah itu panitia melanjutkan
makan siang bersama,
dan jadwal berikutnya ke Rumah Sakit untuk membagikan dana untuk anak-anak yg sakit.
Tujuan pertama kami adalah ke RS Harapan
Kita, bagian jantung anak-anak..
Sesampai disana kita sudah ditunggu oleh rekan panitia Gigit, yang meng
atur untuk bertemu dengan suster kepala di RS sana.
Pertama-tama kami mengunjungi anak
-anak diruang ICU,
dimana hanya terbatas untuk 3 org saja yang boleh masuk.  
Akhirnya kami memutuskan saya, bendahara dan dokumentasi untuk masuk duluan,
dan teman-teman yang lain menunggu diluar
Pertama yang kami lihat adalah bayi yang berumur 17 hari..
Yang hidupnya bertahan hanya pada alat bantu di NICU karena jantungnya bocor.
Orang tuanya adalah buruh pabrik, dan tunggakan RS sudah mencapai 37juta,
itupun bayinya masih belum bisa dioperasi karena masih terlalu lemah..
Pasien ke 2 yg kami kunjungi adalah Laura, anak umur 3 tahun.
Laura sudah dalam keadaan sadar..
Dan saat saya melihat laura, anak itu langsung bercucuran air mata..
"Kenapa Laura menangis?? Kan sudah mau sembuh??"
Anak itu berkata
 "Disini sakit banget.. Dan Laura kangen sama mama"
 Daerah yang Laura tunjuk ada bekas operasi dibagian jantungnya, kira kira jahitannya 10cm.
Dan karena itu ruang ICU, jadi mamanya tidak diijinkan menemaninya.
Hati saya rasanya teriris saat melihat badan Laura yang kurus kering, dan airmata Laura..
Apalagi saat difoto dia masih mau berpose lucu..
Saat ditanya tagihan RS nya,
ternyata tunggakan orang tua Laura sudah mencapai 276juta,
tetapi orang tua nya untuk membayar jaminan saja tidak ada dana sama sekali. 
Mereka sampai stress selalu diminta jaminan..
Saat saya bertemu dengan mamanya Laura,
dan kita membantu dana sebesar 3juta untuk biaya jaminan ke RS.
Mereka langsung menangis dan mengucap syukur..
Masih banyak lagi anak-anak  lucu yang kondisinya masih lemah..
Banyak yang masih bayi, belum lagi bayi yang membiru karena aliran jantungnya terbalik.
Para or
ang tua ada yg datang dari Padang, Sidoarjo,
dan masih banyak lagi anak-anak dari seluruh daerah di Indonesia yang memang dikirim ke RS Harapan Kita ketika sudah tidak bisa ditangani lagi di RS di daerah mereka...dan rata-rata semua menangis haru saat kita memberikan amplop dana..
Yang kita kunjungi pun sesuai dengan data RS, dimana sang pasien rata rata mengajukan SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu) sehingga diberikan keringanan 50% atau 75% tergantung keadaan mereka, tetapi tetap saja biaya yang mereka tanggung tetap besar.

Ada lagi anak berumur 6 tahun bernama Ubay,
ibunya  bernama Umi profesinya tukang cuci baju dan bapaknya tukang ojek.
Di opname di RS karena kelainan jantung, sekilas anak tersebut seperti tidak masalah..
tunggakan RS sudah mencapai 25juta.
Mereka sudah berhutang kesana kemari demi mengobati anaknya,
tetapi sanak saudara dan tetangga sudah tidak mau meminjaminya..
karena mereka pikir Ibu Umi tidak mungkin mampu mengembalikannya.
Dikarenakan biaya yang makin lama makin membengkak..
akhirnya Ibu Umi memutuskan untuk mengeluarkan Ubay dari Rumah Sakit setelah pengajuan SKTM  nya keluar.
Dan meskipun dengan SKTM, mereka tetap saja harus membayar 25% dari total biaya.
Berkat dana dari para donatur, kita mendonasikan dana Rp.1.050.000 kepada ibu Umi sehingga ibu Umi tidak mempunyai tunggakan lagi.
Sampai saat ini ibu Umi masih sering komunikasi dengan saya via sms hanya sekedar untuk menyampaikan kondisi Ubay yang terbaru. 

Masih banyak anak anak lain yang tidak mungkin saya ceritakan satu persatu..
Tetapi yang pasti dana yang kita berikan tergantung dari berapa besar tunggakan dari rumah sakit pasien.
Mulai dari 1 amplop ada yang 500 ribu, hingga dana 3 juta. Jika dana yang kita berikan diatas 1,5 juta, kita langsung serahkan ke kasir untuk pelunasan supaya dana tersebut benar benar berguna untuk pengobatan anak mereka.
Kita melanjutkan lagi menuju RS Dharmais..
Disinilah saya dan teman-teman menemukan hal yang sangat berbeda dengan kondisi pasien di RS harapan kita..
Anak
anak disini yg kami temui berbagai macam kondisinya..
Mulai dari yang pipinya bengkak sebelah karena tumor,
ada yang matanya mau copot karena kanker mata..
Adapula yang kanker pembuluh darah,
sehingga pipi anaknya bengkak biru-biru.
Ada lagi anak berumur 4 tahun kanker otot yang sudah menuju ke otak..
Ibunya bila diajak bicara cuma hanya melongo saja bengong atau kalau tidak pasti menangis bercucuran air mata karena putus asa..
Paling banyak anak anak yang terkena leukimia..
Yang mau umur berapapun anak itu pasti botak..
Efek dari kemoterapi.
Mulai dari umur 2 tahun sudah dikemoterapi sampai umur 7 tahun.

Perbedaannya adalah, orang tua disini cenderung sangat memanjakan anak-anak mereka yang sakit...
Karena motivasi supaya bisa sembuh dari kanker tergantung pada kebahagian anak-anak tersebut. Jadi saat kita bertemu dengan orang tua yang anaknya sakit..
Yang kita rasa adalah mereka sudah pasrah..
Mereka hanya menyerahkan hidup anak-anak anak mereka kepada Yang Maha Kuasa.
Saat itu..
Saya merasa menjadi orang yg sangat beruntung..
Karena saya diberi karunia anak anak yang sehat..
Setiap kita membagikan dana ..
Paling banyak semua minta doanya supaya anak mereka lekas sembuh..
Kasihan sekali melihat anak-anak yang badannya ditusuk oleh jarum..
Apalagi ada yang matanya sudah mau lepas keluar dari rongganya..
Kalau mau dituruti, rasanya gak kuat untuk keliling melihat penderitaan anak anak itu..
Banyak panitia yg gak sanggup untuk ikut keliling..
Tetapi kuat tidak kuat kita tetap harus selesaikan misi ini!!
Memang dihati terasa ada kesedihan yg sangat kuat..
Bagaimanapun kesedihan mereka tetap terasa oleh kita.. Kita memang tidak bisa berbuat banyak.. Karena kita hanya bisa mendoakan dan membantu  untuk mendapatkan bantuan dana untuk biaya pengobatan mereka..
Meskipun mungkin gak seberapa..  
tetapi minimal bisa untuk biaya rawat jalan.

Tiba
tiba munculah ide baru untuk membantu anak anak itu bisa lebih bahagia dan bersemangat lagi..
Anak, yaaa…tetaplah anak-anak..
Bila diberi mainan baru mereka pasti sangat bahagia dan senang..
meskipun mungkin harga mainannya gak seberapa..
Akhirnya
dengan dana masih tersisa sekita 10juta,
minggu depannya tanggal 8 April,
kita kembali menengok anak-anak tersebut,
dengan membawa mainan banyak sekali...
melihat ekspresi anak anak tersebut saat mendapat mainan rasanya jerih payah kita berpanas panas ke kota untuk beli mainan terbayarkan..
dan kami juga membawa  tambahan 20 amplop dana lagi untuk dibagikan di RSPAD.

Intinya dari kegiatan ini adalah…
bahwa kita MASIH SANGAT BERUNTUNG..
kita selalu mengeluh saat cobaan datang menerpa hidup kita,
bahkan terkadang kita lupa akan bersyukur...
karena merasa hidup kita sudah susah, merana dll..
coba kita bayangkan!!
Bayangkan nasib anak-anak ini..
perjalanan mereka masih panjang..
mereka tidak banyak berpikir..
yang mereka harapkan adalah sembuh..
mereka tidak mengeluh..
hanya merasa sakit saja, dan ingin cepat sembuh..
bahkan ada anak yang matanya sudah mau copot,
bisa menghibur ibunya bahwa kalau matanya copot satu,
masih ada mata yang satu lagi..

Yang saya kagumi adalah..
Betapa positifnya anak-anak ini dibandingkan kita sendiri?? 
Setiap ada seseorang yang mencoba menyadarkan kita
“Jangan mengeluh.. hayuuu berbuat baiklah.. maka masalah akan terlewati..”
tetapi kita selalu fokus pada masalah kita..
bahkan kadang kadang kita menghujat
“Saya sudah sering berbuat baik.. tetapi mengapa hidup seperti tidak adil, kok kayaknya susaaah terus..” 
Nah.. herannya manusia suka memperhitungkan apa yang sudah diberikannya kepada orang lain.
Hidup ini bukan matematika yg selalu dihitung untung ruginya..
berbuatlah..
tidak perlu takut untuk kekurangan.
Saya ingat dengan kata-kata pak Krishna Murti,
“ibarat sebuah mangkok yang sudah terisi penuh. Untuk mendapat hal yang baru, anda harus mengosongkan mangkok anda dulu baru bisa diisi oleh hal-hal yang baru”
Bila kita mengosongkan “mangkok” sedikit saja sudah gak mau??
Bagaimana kita bisa mendapatkan hal-hal yang baru???

“Orang yang berbahagia bukanlah orang yg HEBAT dalam segala hal.. Tetapi adalah orang yang bisa menemukan HAL SEDERHANA DALAM HIDUP nya. Dan mampu mengisi hidupnya untuk kebahagiaan orang lain, dan selalu mengucap SYUKUR’

Terima kasih sebesar-besarnya kami ucapkan kepada para donator kami sebanyak 153 orang partisipan yang ikut menyumbang dana untuk suksesnya BAKSOS ini.
Semoga apapun yang kita lakukan akan selalu mendapat dukungan dari Tuhan Yang Maha Kuasa, senantiasa selalu diberkati dan diberi kesehatan dan kesuksesan.
Semoga Semua Mahluk Berbahagia

Salam berbahagia

Suyeni Amin

Senin, 26 Maret 2012

Kebahagian itu tidak akan habis bila di bagi....

Hi all...
lagi pengen cerita cerita neh..
Sayaingin menceritakan sekelumit kisah yang sudah di alami oleh saya..
Well..
Mungkin kisah kisah yang terkumpul di otak saya ini dapat menggugah hati dan pikiran kita semua..
Bahwa saat ini..
Betapa beruntungnya kita semua...

Suatu hari..
Saya mencoba unt melakukan suatu kegiatan..
Itupun karena ucapan milis dari mindset motivator yg terkenal,
yaitu bp Krishna Murti..
Apa yg membuat saya terinspirasi unt mencoba melakukan kegiatan ini??
Hanya ada 1 kalimat yg membuat saya mau mencobanya....
"Berbagilah.. Maka engkau tidak perlu takut kekurangan.."

Dulu..
Setiap ada teman, saudara atau vihara sekalipun unt meminta saya menyumbangkan dana unt kegiatan sosial..
Saya selalu menolak dg halus..
Dan saya suka bilang "Oh, aku sudah berdana kemarin.."
Padahal, saya tau..
Kemarin nya itu ntah kapan??
Saya aja lupa kpn saya berdana, tp saya tetap beralasan "sudah kemarin"..
Nah lebih parahnya lagi..
Saya mempunyai pendapat bahwa kalo diri sendiri aja belum beres keuangannya..
Gimana mau berdana sosial??
Bukan sosial.. Malah jd sok sial..
Hahahhaha..
Parah yaaa???
Dan ada pula alasan saya yg lain "Sorry.. Gw lagi ga mood kali ini..".
Mungkin saat itu saya merasa lg punya masalah, ato situasi hati lagi jengkel..
Sehinggg saya benar2 lg ga kepingin unt berdana..
Jadi.. keinginan berdana karena dipenagruhi oleh suasana hati saya???
Ada pula alasannya gini :Sorry.. aku ga bisa bantu yaaa... soale bisnis aku lg agk menurun.. maaf yaa..."
Lhoooo... mank kalo berdana harus ratusan ribu? Ato bahkan jutaan?? berdana 10rb rupiah pun berdana kok..
atau berbuat baik perlu pake duit ga sih??
Kalo mau buat baik mah bisa aja pake tenaga kan???

Ada lagi alasan yg lebih ga masuk akal..
Untungnya ini bukan pemikiran saya sih..
Tp ada aja temen yg bilang gini.
"Aaah..ciciiii.. Aku ga mau ikutan lg acara2 unt berdana lah.. Aku sudah sering loooh ikut acara2 sosial.. Tapi coba cici lihat? Buktinya??? Aku msh gini2 aja.. Ga ada perubahan sm sekali.. Malah aku pikir malah Tuhan kok jahat ya sama aku.. Percuma lah ikutan ginian, buktinya ga da hasil sama sekali kan??"
Walaaah...
Jawaban yg bikin orang makin kusut aja..
Emank berdana fungsinya kayak undian berhadiah ya?
Ato bahkan mirip investasi emas?
Beli banyakan.. Langsung dapat untung gitu??
Ato mungkin saat berdana atau bekerja untuk sosial..
Dalam hati kecil ada harapan..
"Mana tau kalo aku sumbangan ntar aku bs enteng jodoh.."
Ato masih banyak org2 yg berdana krn mempunyai keinginan yg berharap akan dikabulkan??

So.........??
Jadi berdana buat apa ya??
Berdana karena ingin mengharapkan imbalan??
Ato berdana karena hanya ingin berbuat baik aja??
Nah..
Mengapa saya tergugah oleh kata2 pak Krish & bu Naomi..
Mengapa??
Karena beliau berkata..
"Berbagilah.. Maka engkau tdk perlu takut kekurangan.."
Berarti kita berbagi bukan karena kita sudah cukup kan??
Meskipun saat kita kekurangan sekalipun..
dan asal kita meniatkan untuk berbagi..
Rejeki datang akan menghampiri kita??
Itulah menurut pemahaman saya sih..
ya kalo salah.. maaf saja ya...

WHY??
Karena kita selalu berpikir..
Kita akn berbagi kalau kita sdh cukup..
Nah.. Pertanyaannya??
Kapan kita akan cukup??
Kapan kita merasa hidup kita berkecukupan??
BUkannya manusia itu banyak maunya???

Ada lg yg beralasan..
Saat ini pikiran lg ruwet, down, bnyk masalah..
Pdhal, seharusnya unt berbuat baik tidak perlu di tunda toh?
Hanya karena kita punya masalah internal..
Apakah krn mslh itu membuat kita menghentikan unt berdana dan berbuat baik??
Heeeiiii... Where are you guys...
Sadarlah..
Berbuat baik??
Akibatnya buat siapa?
Apakah buat yg di tolong?
Sehingga kita "merasa berjasa" thd org2 yg kita bantu?
Ya jelas saja orang yg kita bantu akan merasakan akibat apa yg kita lakukan..

Nah.. poinnya adalah pada diri kita nih..
Apakah kita YAKIN bahwa berbuat baik itu untuk orang lain?
Pernahkan kita berpikir bahwa berbuat baik sebenarnya untuk DIRI KITA SENDIRI??
Atau malah kita berbuat baik hanya krn ingin "melakukannya"  atau "mood" saja?
Atau cuma karena ingin berjasa  kepada orang yg kita tolong?
Sehingga org berhutang budi sama kita?
Dan berharap suatu hari orang tersebutr "TAHU DIRI" sama kita??
(Makanya seriiiiiiiing banget suka ada komentar "ga tau diri banget tuh orang.." ya ga?? hayooo ngakuuuu..)
Atau kita berbuat baik karena KITA INGIN MEMPUNYAI KUALITAS HIDUP YG LEBIH BAIK, DAN MENCOBA UNTUK MEMPERBAIKINYA?
JAdI berbuat baik untUK siapa?
Buat diri sendiri?
Atau buat org lain??
Mari KITA RENUNGKAN....

Waktu beberapa bulan yg lalu,
Saya pernah membagikan dana untuk orang2 yg terkapar di rmh sakit..
Banyaaaak sekali yg tidak mampu meneruskan berobat karena ga punya uang.
Ada yg ga bisa keluar dr RS karena tidak mampu melunasi biaya RS.
Ada lg anak bayi yang tidak punya dubur, dan kelainan jantung..
Si ibu bercerita kalau suaminya sudah tidak pernah menengok bayinya, dan mengharapkan anaknya mati saja drpd menyusahkan mereka karena menghabiskan biaya banyak mengobatinya..
Katanya "Percuma bu di obatin.. ga bakal sembuh jugaaa.."

Oh My GOD!!
Karena kesulitan si ibu, sampai sampai ibunya berani membuat pernyataan yang sebenarnya itu hanya KUASA TUHAN lah yg bisa menentukannya hidup anaknya???
Saat saya disana..
Mendengarkan dan melihat keadaan mereka saat itu..
Hati terasa ada yg menusuk
Dan terasa sakit..
Karena bagaimanapun saya seorang ibu juga..
dan sayapun mempunyai titipan dari Tuhan,
anak pertama saya yg "Asperger Syndrom"
yang menghabiskan biaya banyak juga..
Dulu setiap bulannya hampir setengah penghasilan saya dihabiskan untuk biaya anak saya..
Padahal penghasilan seorang Diamond di Oriflame itu ga kecil loooh..

Tetapi saat itu saya sangat bersyukur dengan keadaan saya,
karena anak saya mempunyai kehidupan jauh lebih baik dibandingkan dengan anak ibu tadi.
Ya, saya sih ga bs berbuat apa2 untuk meringankan penderitaan mereka..
Tetapi minimal kita bs membantu mendoakan, dan berbagi sedikit dana unt meringankan biaya ibu tadi,
Meskipun mungkin ga seberapa..

Adalagi  seorang bapak yang lusuh banget, saya lihat di Rs pemerintah..
Beliau menuju ke kasir RS sambil berkata lirih kepada kasir kalo ingin istrinya keluar dr RS..
Tetapi kalimatnya belum selesai dia ucapkan...
Si bapak sudah dimaki2 oleh kasirnya..
"Mana bisa istri bapak mau keluar, lha biayanya  bayar aja belum??"
Bapak itu terhenyak..
dan meremas remas tangannya dengan suara lirih
dan memohon kepada kasirnya sambil menangis..
Kami (saya bersama beberapa teman teman) sampai bengong melihat kejadian tersebut..

Saya dan teman teman langsung meeting singkat,
karena di tangan kami ada dana lebih yang kami belum tau mau di alokasikan kemana..
Dan saat kita mau pulang,
kita memberikan uang 500rb buat bapak tadi untuk melunasi biaya RS nya..
Anda tahu apa yang terjadi?
Bapak tersebut langsung menangis meraung raung..
Dan berlutut mencium kaki saya..
Saya kaget luar biasa..
Langsung mencoba mengangkat bapak itu supaya lekas berdiri.
Beliau menangis sambil berkata "Terima kasih Tuhan,  karena sudah mendengar doa saya sehingga bisa bertemu dengan dewa penolong saya.."
Nah yang bikin saya kaget dan shock adalaaaah....
Saya idakk pernah menyangka..
Dengan uang 500rb...
Yang kalau kita mau jujur dengan diri sendiri..
Mungkin hanya unt 1pc baju merk Zara yg kita beli di mall,
Atau 10x nonton di XXI
Atau buat dinner di hari spesial dengan pacar atau suami kita..
Nilai dr 500rb buat kita apalah artinyaaa....
Tetapi ternyata bisa memberi efek luar biasa kepada bapak yang butuh uang untuk mengeluarkan istri dan bayinya dr RS.
Dan saya merasa,
hanya karena uang tersebut,
saya tidak pantas mendapat perlakuan seperti itu oleh bapak tadi..
Apapun alasannya..
mengapa orang tersebut punya anak tetapi tidak mampu membiayai persalinan istrinya..
tetap saja saat itu si Bapak membutuhkan dana itu..
Hari itu...
Saat itu juga..

Saat itu kalau dipikir2..
Saya harusnya merasa hebat..
Atau merasa "sudah menolong" bapak tsb.
Tetapi, saya mikirkan hal lainnya..
Yang saya pikirkan adalah..
Kalau suatu hari nanti,
saat keluarga saya ada kesusahan seperti bapak td..
Saya pun berharap ada dewa penolong yang akan datang membantu saya atau keluarga saya..

Nah, kesimpulannya???
Sebenarnya kita berbuat baik untuk siapa?
Buat menolong "org lain"?
Atau lebih tepatnya buat menolong "diri sendiri"?
Sebab akibat..
Tabur tuai..
Karma baik..
Apapun istilahnya...
Tetap aja melakukan perbuatan baik..

Meskipun yang kita lakukan awalnya mungkin berakibat untuk orang yang kita tolong..
Tetapi yg paling penting adalah..
Bagaimana saat kita melakukannya dengan hati yg tulus,
pikiran yg bersih,
tanpa pamrih..
Tanpa berharap imbalan..
Hanya mempunyai 1 tujuan
yaitu berbuat baik..
Nanti kita sendiri akan merasakannya..
Karena saya sudah merasakanitu semua..
Dimana saat 1 bulan yang lalu,
saat dititik yang paling rendah dalam hidup saya..
Dimana saya merasa terancam..
Tidak ada keamanan dan kenyamanan dalam hidup saya..
Masih ada dewa penolong yeng membantu dan memperjuangkan untuk saya..
Saya sangat berterima kasih kepada orang yang sudah menolong saya saat itu..

Dan anda tahu??
Bagaimana bahagianya saat ada org mengucapkan terima kasih dengan tulus untukt mendoakan kita supaya bisa dilimpahi rejeki , kebahagiaan dan kesehatan selalu..
Maka saya mengajak teman teman untuk merasakannya...
Dan cobalah untuk mulai melakukannya..
Mulai lah dr hal yg kecil..
Kalau kita lakukan itu sering, anda akan merasakan kebahagiaan itu..
PERCAYALAH..

Tanggal 31 Maret,
Dimana saat semua teman2 bisnis saya melakukan tutup poin di Oriflame..
Saya tetap membulatkan tekad dan niat saya unt melakukan sebuah kegiatan..
Dimana kegiatan ini saya hanya ingin mencoba untuk mengisi hari2 saya untuk berbagi..
Apapun  situasi dan kondisi saya saat ini,
TIDAK AKAN MENGHALANGI SAYA UNTUK BERBUAT BAIK
Karena tujuannya adalah bagaimana bisa membahagiakan sesama..
Dan kebahagiaan itu tidak akan habis bila di bagi..

Bila teman2 berkenan dan mmau ikut partisipasi dana maupun tenaga..
Tanggal 31 Maret 2012,
Saya dan teman-teman saya akan mengadakan bakti sosial dengan round down acara sebagai berikut :
- Pukul 06.00 Wib : Pembagian makanan kepada tukang sapu jalanan,dimana mengibaratkan sapuan mereka dapat membantu  membersihkan  semua kekotoran bathin kita.
- Pukul 10.00 Wib : Melepaskan ikan yang siap dibunuh, dimana proses dari kegiatan ini dapat menyeimbangkan alam dan dalam kegiatan ini juga,karma baik yang kita lakukan dapat kita limpahkan kepada keluarga kita yang sakit supaya bisa lebih baik.
- Pukul 14.00 Wib : Dana sosial dibagikan peramplop kepada teman-teman kita yang tidak / kurang mampu dan juga bagi pasien yang mengajukan surat miskin untuk pengobatannya ,dana akan kita bagikan di Rumah Sakit Pemerintah dan kepada pasien yang pengobatannya akan dihentikan karena tidak mampu membayar biaya RS.

Bagi teman-teman yang bersedia ikut partisipasi dalam kegiatan ini, melalui tenaga,dana dan makanan kering,
silahkan hubungi saya melalui inbox di fb untuk keterangan lebih lanjut.

Untuk teman yg tertarik untuk berdana..
Mohon di informasikan dana akan di donasikan pada point2 apa saja, jika tidak diinformasikan, akan kami bagi untuk ketiga kegiatan tersebut.
Mohon di informasikan juga kepada kita email dan nomor yang bisa kita hubungi untuk detail laporan keuangan yang sudah kita terima dan juga kita gunakan untuk donasi ini.

Ayo teman-teman, sudah saatnya kita menyisihkan sedikit PENDAPATAN dan TENAGA kita untuk kebahagiaan diri kita sendiri dan semua makhluk...
Dan kebahagian tdk bisa di cari atau dibeli,
Tetapi kebahagian bisa direncanakan dan ciptakan..
Mulailah dg membagikan kpd diri sendiri dahulu..
Dan akibat yg kita bagikan,..
Pasti akan membahagiakan diri sendiri dan semua makhluk.

"Our prime purpose in this life to help others. And if you can't help them.. at least don't hurt them"
(by Dalai lama)
Meskipun anda belum bisa berdana..
Masih banyak cara untuk berbuat baik..
dengan tidak menyakiti sesama..
dan dengan memulai hal hal yang kecil dalam hidup anda..

Semoga semua mahluk berbahagia..
Dan damai dihati kita semua..

GBU all

Suyeni Amin

Minggu, 10 April 2011

KASIH SEORANG MAMA (PART II)

seminggu yang lalu..
Mama dadanya sakit..
Mama mengaduh-gaduh, ga bisa bergerak sama sekali, katanya nafas aja sakit..
Saya panik, karena kondisi lagi di Palembang..
Otak semua buntu, ga tau mau ngapain..
Mama sakit luar biasa, semua badannya terasa beku dan dingin..
Saya pegang badannya, tapi dia tolak..
Saya sandarkan dia, tapi ga bisa karena merasa sakit..
Nafas aja sulit, apalagi bergerak..Kita pegang aja ga boleh, gimana mau dibawa ke rumah sakit ya?

Saat itu, saya tersadar..
Tuhan...Tolong...Bantu mama saya..
Selamatkan mama..
Tak lama kemudian, atas bantuan dari seseorang..
Mama saya membaik..

Tanggal 3 April ...
Mama saya sakit lg..
Memang ga separah 2 hari sebelumnya..
Tapi, mama terlihat lemah banget..
Saat saya mengoleskan minyak ke tubuhnya..
Melihat mama terpejam.. Terbaring..
Dengan raut wajah ga nyaman dan sudah keriput..
Saya langsung teringat 28 tahun yang lalu..
Saat saya sakit perut..
Mama dengan penuh kasih mengoleskan minyak di perutku..
Saat panas badanku tinggi, mama menjagaku..
Saat aku mengigau memanggil-manggil papa yang sudah meninggal.. Mama tetap ada dan memelukku sambil menangis lirih..
Mama cuma bilang "Papa sudah ga ada anakku, kamu hanya punya mama.."
Tiba-tiba saya teringat kembali kejadian 8 tahun yang lalu..
Saat saya melahirkan anak pertama ku..
Saya setiap hari menangis..
Takut menjadi seorang ibu..
Tetapi..
Mama dengan penuh semangat memeluk bayiku..
Menimang dengan penuh kasih..
Memandikannya..
Menggantikan popoknya..
Menjaganya..
Karena saat itu saya ga bisa apa-apa, melihat bayi saya  merasa ga mampu..
Dan..
Tiba-tiba saya teringat
Rasa kasih saya terhadap anakku..
Saat Anakku Melvan sakit perut, saya mengoleskan minyak ke perut Melvan..
Rasa cemas saya ketika Melvan dan Mareo demam..
Saat saya menimang, memeluk, menentramkan anakku bila menangis karena ga nyaman..
Tiba-tiba saja hatiku langsung menjerit..
Itulah CINTA SEORG IBU!!!
Mau seperti apapun wujud watak ibu..
Mau keras kepala, lembut hati, galak,atau apa ajalah..
Tetap cinta seorang ibu,
tak tergantikan & terungkapkan..
Saya langsung menangis melihat mama sekarang..
Batin saya tertusuk.. Apalagi saat saya ingat, bagaimana saya omelin  kalo mama bandel..
Saya melihat mama tergolek lemah, tidak seperti dulu lagi..
Yang ceria, cantik, lincah.. Aktif, ngetop.. Dan galak pula.
Saya menangis..
Sedih yang tak tertahankan.
Melihat mama ga kayak dulu lagi.
Karena mama sudah tua.
Dan tiba-tiba terasa di dalam hati,
saya sudah bisa membayangkan kasih mama kepada saya.
Seperti kasih saya kepada Melvan dan Mareo, kedua anakku.
Mama..
Ampuni saya ya Ma..
Saya msh belum berbuat yang ertbaik buat mama
Saya masih suka marah-marah
Ga sabar kalo mama suka mengulang-ngulang bicara hal yang sama..
Ga sabar kalo mama tiba-tiba pelupa..
Belum lagi kalo uda berantem soal mana yang boleh dan mana yang tidak..
Saya belum melakukan apa-apa buat mama ya?

Teman-temanku yang terkasih..
Penyesalan selalu datang belakangan..
Bila mama kita masih ada..
Berikanlah yang terbaik buat mama kita.
Kadangkala..
Mama kita ga menuntut banyak.
Hanya sebuah perhatian saja..
Ato cuma sebuah telp menanyakan kabarnya.
Sebuah kesabaran.
Sama dg kesabaran mama saat merawat dan menjaga kita.
Saat mama kita msh sehat. Pikiran masih kuat.
Cepatlah bertindak. Bahagiakanlah Mama.
Karena di dalam hati kecilnya, pasti ada setitik kebanggaan kepada kita.
Apapun yang kita lakukan.
Meskipun mungkin itu hanya 1 lembar baju setahun sekali saat hari raya.
Teman2..
Bertindaklah dengan cepat.
Sadarlah..
Bahwa waktu kita ga banyak.
Karena mama bisa menua.
Dan Saat itu, penyesalan selalu datang terlambat.
Tuhan..
Berikanlah aku kesempatan lebih banyak lagi untuk merawat mamaku.
Mama yang luar biasa baik.
Tak tertandingkan..
Tak terbandingkan..
Karena..
Mama cuma ada 1 di dunia ini
Dia adlah Mama Kita Sendiri.
I love U Mom..
Now and forever..

KASIH SEORANG MAMA (PART I)

 
Teman - teman..
gue pengen cerita
Kemaren  ini gue beruntung banget
karena gue baru aja pulang dari acara Mario Teguh di Metro TV.
Kenapa beruntung???
karena apa yang gue dapatkan hari ini dari acara tersebut sangat menggugah hati gue..
Tadi sore... Pas lagi live show nya..
Ada seorang ibu menceritakan tentang anaknya..
Dan pak Mario nya menjawab dengan sangat lugas..
dan PAS!
Tetapi... Jawaban itu membuat teringat pada seseorang...
Siapa tuh???
Dia adalah MAMAKU..

Gue dari umur 3 tahun sudah ga punya papa..
meninggal dunia karena sakit, padahal usia masih muda.
Mama gue..
Berjuang sendiri..
untuk membesarkan 4 orang anaknya,
dan berkomitmen ga mau  menikah lagi...
Tetapi masalahnya cobaan yang dihadapinnya terlalu besar..
Biasa deeeh…
masalah keluarga di luar dari keluarga inti..
Tetapi karena gue masih kecil..
gue belum mengerti masalahnya saat itu.

Yang gue inget adalah..
Gue suka sebel sama mama gue..
Soalnya galak siy..
suka marah marah melulu..
(apalagi suka ngomel didepan teman - teman gue.. dan  temen gue takutnya minta ampun.)
Dan parahnya,
mama suka mukulin aku, (malu-maluin banget  ya?)
Karena menurut beliau aku ni bandel banget!
Gue suka inget...
mama bilangnya gini "Kamu itu harus tau diri! sudah ga punya bapak lagi!"
(kalimat ini paling sering di ucapin waktu kalo gue bandel)
Trus, kalo gue bolos...
mama suka bilang gini
"Kamu tau? mama jualan kue sus yang untungnya Cuma 100 perak. kamu hitung aja, kalo sebulan lesnya sebulan Rp.20.000 (jaman tahun 80an loh..) berarti mama harus jualan berapa banyak kue sus untuk les in kamu?"
Oh my God!
Mosok anak kecil umur 9 tahun disuruh mikir kayak gitu???
Nah..konyolnya lagi..
Gue ga pinter sekolah...
matematika, fisika, kimia, inggris pasti angka 4.
Tetapi gue suka baca cerita silat Kho Ping Hoo,
dan ga mau belajar..
Habisnya ngapain belajar kalo ga ngerti?
Nyokap gue ampe bakar buku komik gue...
bilang begini
"Nih! Kalo mau pinter, minum aja air bakaran buku kamu, anggap aja kayak jimat biar pintar."
hahahah
(sekarang gue ngerti...nyokap takut gue ga naek kelas..ranking 38 sih dari murid 40..hihi)
Mama gue...
benar - benar berjuang buat menghidupi kami.
Apalagi saat kakak gue yang paling gede..
dan paling pintar sekolah..
setelah lulus SH, mendapat kerjaan bagus..
tiba - tiba buta total..
karena terserang virus.
Lengkaplah penderitaan mama gue.

Tapi...
mamaku ga pernah cerita sedikitpun sama gue..
Tentang kesedihannya...
sehingga gue suka negatif ama mama gue..
gue pikir..
mama ga sayang aku.
suka ngebanding-bandingin sama sodara, tetangga..
ato sapa aja deh..
yang penting  itu orang lebih cakep, lebih pinter, dan lebih rajin.
Apalagi gue kan kumel bin dekil..
cerewet..
jelek..
bandel..
pokoknya ga ada pantas - pantasnya jadi anak cewek dueeh..
Karena itu juga..
mama gue suka cerita ma orang-orang..
tentang kenakalan gue..
Mungkin maksudnya supaya dapat memotivasi gue, ' biar malu dan tahu diri ' gichu looh..
ternyata niy anak ndableg!
ga mempan pake cara itu..
Saat masa - masa itu..
gue ingin banget pergi jauh tinggalin mama gue..
yang ga sepaham..
ga se ide..
berantem mulut terus..
Cape deeh!

Sampai suatu hari...
gue mulai dewasa..
dan mulai bekerja..
Saat itu..
gue mulai sedikit-sedikit ngerti..
kenapa sikap nyokap gue seperti itu..
karena gue liat banyak sekali temen-temen gue yang ga begitu tanggung jawab dengan kuliahnya..
apalagi dah jauh dari ortu.
cenderung ngabis-habisin duit aja..
nge drugs..
clubbing..
bahkan ada yang hamil..
tapi belum kelar kuliah.
padahal tiap bulan ortu nya pada ngirim duit terus..
berharap anaknya jadi sarjana..
jadi orang hebat.
Gue mulai ngerti..
Karena gue ga seberuntung temen - temen gue yang bisa kuliah.
baru setahun tamat SMA,
gue sudah kerja..
Sudah tau susahnya cari duit kayak apa..
karena mama sibuk keliling mencari orang yang bisa ngobatin kakak gue.

Saat gue bekerja...
Gue tau , kalo gue ga mungkin jadi orang kaya kalo gue kerja terus.
Padahal pekerjaan gue sebagai designer udah enaklah..
(menurut mama gue sih..)
Tiap tahun gue keluar negeri.
Mama gue senang sekali..
Meskipun cuma dengar cerita gue...
padahal ga ikutan pergi (mahal euuy..ga sanggup bayarnya)
Kalo Tokyo, Hongkong, Las Vegas, LA, Osaka, dll itu bagus banget.
Tapi beliau sudah senang..
yang penting anaknya bisa menikmati sesuatu yang ga bisa dia beri dulunya..
Meski anaknya cuma tamatan SMA yang dulunya bego banget..
Sudah lumayan deh..
Sudah ga nyusahin lagi atau minta duit melulu.
Tapiiiii..
Saat gue memutuskan untuk mengerjakan bisnis gue yang sekarang gue jalanin..
Mama gue ketakutan, bilangnya begini..
"Mana bisa kamu hidup dengan jualan barang beginian?"
Sangking takutnya..
mama gue ampe join juga untuk bantuin bisnis gue.
Saat itu gue mulai mikir..
"Kok mama kuatir banget ya? berarti dia sayang ya sama aku?"
Waktu gue bilang..
"Tenang ma..ntar kalo udah sukses,  kita jalan-jalan ke luar negeri!"
mama gue bilang
"Ah, ga usah aneh - aneh deh.. yang  penting beneran serius kamu mau berhenti kerja gara-gara bisnis MLM?"
Meskipun mama ngomel –ngomel,
tetapi tetap aja bantuin gue jalanin bisnis yang gue pilih.
intinya beliau tetap support,
meskipun dengan hati mangkel.

Nah.. saat gue menikah.
Mama gue nangis wkt lihat gue pake baju pengantin.
pesannya...
"Kamu akan masuk kelingkungan baru, jangan sampai memalukan mama yah.. jaga sikap kamu, jadilah istri yang baik buat suamimu!" Saat itu gue juga ga begitu ngerti,
maksudnya apa..?
Tapi, sambil berjalannya waktu..
ternyata memang ga mudah masuk ke keluarga yang kita ga begitu kenal.
Tapi..tiap punya masalah..
Mama gue pasti sabar..
Sibuk menasehati gue..
Apalagi saat mertua gue meninggal..
Gue baru melahirkan anak pertama..( baru 2 minggu melahirkan)
Suami gue pulang ke Lampung 10 hari, papa nya meninggal.
Saat itu..
Setiap hari gue nangis...
ketakutan liat bayi gue...(kena baby blues tuh..)
Nih anak mo diapain???
Takutnya setengah mati.
Tapiii...
ada mama di samping gue..
Mengajarkan satu persatu..
Tugas seorang ibu...
Pokoknya yang selayaknya deh.
Saat itu..gue ngerti..
Perasaan seorang ibu dengan anaknya..
gue mulai berpikir..
kayaknya ga mungkin seorang ibu benci ama anaknya.
DENGAN  ALASAN APAPUN!

3 tahun yang lalu..
Nyokap gue terdeteksi sakit kanker paru.
Stadium  4.
Saat itu..dunia rasanya runtuh dihadapan gue.
Tiap hari gue nangis..
karena melihat nyokap gue tambah lemes..
Gue takut setengah mati kalo mama akan pergi..
tapi gue ga mau menyerah..
pikiran gue cuma satu,
mama harus sembuh!!!
dengan support dari  keluarga..
keyakinan dari anak-anaknya..
demi supaya mama sembuh.
mama mulai membaik...
yang  lucunya tiap kali kita kemana aja..
mama gue ada aja yang menolong.
mulai dari  mencari dokter bagus di Singapore..
Sampai kesasar kemana mana..
tetap aja berjalan lancar. s
aat mama lagi sakit...
Beliau mulai menceritakan...
apa yang sudah dilakukan dulunya,
perjuangannya...
Ternyata saat meninggal,
papa gue ga miskin miskin amat...
malah termasuk kaya ..
Papa gue ninggalin aset banyak waktu meninggal.
(Gue baru tahu kalo papa gue yang bangun mall pertama di Palembang)
Tapi...
Banyak hal yang menyudutkan posisi mamaku saat papaku ga ada..
sehingga mama terpaksa harus menyimpan semua aset papa,
supaya ga jadi masalah keluarga lagi.
karena pilihan mama..
terpaksa kami hidup prihatin.
cuma mengandalkan hasil dari penjualan kue aja.
Dan saya bersyukur sekali mama melakukan tindakan “Hidup prihatin”
karena dari aset papa sekarang  uangnya bisa buat mengobati mama sekarang..
dan mengobati kakak gue yang buta..
(thanks God..untung mama gue ga boros yah?)

intinya..
dia ingin semua anak-anaknya..
Mempunyai konsep, bahwa hidup itu ga gampang.
HARUS BERJUANG!!!
dan TIDAK BOLEH GAMPANG MENYERAH!!!
dan ga boleh mengandalkan kekayaan ORTU
Makanya..
kenapa beliau keras banget sama kita semua.
Saat beliau sakit...
gue juga baru tau...
ternyata mama gue ngetop banget..(hihihi..kayak artis aje)
terutama di kawasan kota Gaya Baru Palembang..
mulai dari pedagang kaki lima..
sampai preman..
pokoke ngetop deh..
ngetop karena..
nyokap gue suka menolong orang.
Beliau ga pernah pandang ras, posisi sosial..
bahkan pengemis sekalipun..
yang penting selama beliau bisa nolong...
ya..di tolong aja..
Mama bilang..
"Papa lo juga tukang koran kok waktu ngawinin mama, yang penting kalo cowo mo berusaha..pasti bisa sukses! jadi kita ga boleh ngeremehin orang, ngerti?"
Saat itulah aku baru  mengerti..
kenapa saat mama gue lagi sulit, susah..
ada aja yang menolong dia juga..
Tanpa kesulitan apapun..
Mungkin karena beliau dulunya baik..
sering bantuin orang,
Sekarang ada saja orang orang yang ga dikenal membantu saat beliau sakit..

Sekarang...
Gue seneng banget...
Meskipun kondisi mama gue belum sembuh total..
setidak -tidaknyanya beliau masih baik-baik aja..
masih bawel..
masih suka cerewetin kita..
masih suka keluyuran..
masih jago Taichi
masih jago ngomelin kita-kita ini kalo salah..
hehehe
Tapi yang pasti...
MASIH SANGAT MENYAYANGI ANAK-ANAK DAN CUCUNYA.
Tanpa Pamrih..
Tanpa neko-neko..
ga pernah beda-bedain.

Mama selalu ada..
saat saya sakit..(langsung sibuk cariin obat, biar sudah gede begini)
saat saya membutuhkannya.. (apalagi kalo ga ada pembantu..ngurusin 2 kunyil di rumah gue..huuaaah)
saat aku lagi ga ada duit..(langsung minjemin..huehehehe)
saat gue lagi berantem sama laki gue...(kalo ngambek ya nyari sapa lagi?? hahaha)
saat gue lagi ngidam masakan nya..(apalagi  Pempek bikinannya..Yummy!)
saat gue memutuskan hal menurutnya salah...
(Tetap mensupport..meskipun kadang kadang pake ngomel dikit, hihihi)
Saat apa aja dueeeh...
mama selalu ada..
Meskipun sometimes mama juga capek..
tapi mama ga pernah mengeluh..
ada aja yang dikerjain...
meski mata dah rabun..
mulai dari buat piyama kecil buat cucunya pake kain bekas..
sampai selimut kecil untuk cucunya satu persatu..

Meskipun saat ini..
gue belum banyak melakukan banyak hal buat mama..
apa yang sudah dilakukan mama..
ga cukup untuk membalas KASIHNYA.
Waktu gue memutuskan untuk mempunyai bisnis sendiri..
gue berjanji sama mama..
untuk mengajak mama melihat belahan dunia lain.
Memang belum banyak..
Tetapi hanya ini yang bisa gue persembahkan buat mama...
Mungkin gue juga masih harus banyak belajar...
Mengerti mama kalo mulai pikun..
Ngertiin kalo mulai suka mengulang - ulang pembicaraan..
Ngertiin kalo sekarang sudah terbatas pendengarannya..
Ngertiin kalo mama mulai suka ngambek.
Tapi, hal ini buat gue belajar...
Bahwa gue juga seorang IBU..
seorang PEREMPUAN juga
suatu hari akan menjadi seperti beliau juga..

SELAMA TUHAN MENGIJINKAN..
AKU AKAN BERBUAT TERBAIK UNTUK MAMA..
meskipun mungkin hanya  menunjukkan belahan dunia yg lain kepadanya...
atau bahkan cuma dengerin dia cerita aja..
itu sudah cukup buat gue..
yang penting KESEMPATAN NYA..

Teman - teman...
Ayo berjuanglah..
Terutama untuk orang yang kita kasihi..
jangan sia-siakan waktu ini..
Kita ga tau kapan waktu akan berhenti..
buat kita...
maupun buat yang kita kasihi..
Selama Tuhan memberikan kesempatan..
AMBILLAH!
Jangan sampai anda menyesal...
Lakukan Yg Terbaik...
LIHAT HASILNYA NANTI.

Terima kasih Tuhan..
atas kesempatan yang Indah ini..
menuliskan sesuatu..
Untuk mama yang saya Cintai..

I LOVE U MOM..
Now..and Forever..


(Notes ini dibuat tahun 2009, di update kembali saat ini
Sekarang mama saya sudah membaik penyakitnya,
tetapi beliau sudah tidak mampu berjalan terlalu lama,
dan daya ingatnya hanya Cuma sekian menit saja.
Dan saya pun sudah tidak bisa mengajak beliau keluar negeri jarak tempuh yang jauh.
Jangan sia-siakan waktu kita,
bekerjalah dan kejarlah secepat mungkin,
karena kita tidak punya banyak waktu untuk membahagiakan orang tua kita.
dan buat teman teman yang sekarang masih sibuk menjaga ortunya yang sakit...
SAbar yaaa...
karena saat kita tua nanti,
kita juga berharap ada anak kita yang menjaga kita dengan baik.
lakukanlah dengan hati yang sabar,
kalimat ini juga ditujukan buat diri saya sendiri.
supaya selalu ingat dengan"kesabaran" sukses selalu
Shanghai 2006







China-Guangzhu 2007


Hainan 2008